Categories
Perkebunan

Perawatan dan Panen Budidaya Terong

Perawatan dan Panen Budidaya Terong

Perawatan dan Panen Budidaya Terong

Perawatan Budidaya Terong

Setelah seminggu, tanam. Menghilangkan tanaman yang terlihat pudar atau tidak sehat dan menunjukkan pertumbuhan abnormal. Pembatalan disertai dengan pertumbuhan. Ganti dengan biji baru.

Pemupukan tambahan dimulai 2 minggu setelah penanaman bibit. Untuk produksi terong non-organik, berikan pupuk urea dengan dosis 80 kg / ha dan 45 kg / ha KCl. Untuk menanam terong organik, kompos atau pupuk, sekitar 0,5 kg per ekor atau tanaman.

 

Penambahan Pupuk

Ulangi penambahan pupuk pada minggu ke 5 dan ke 7 setelah menanam bibit. Sambil memberikan pupuk komplementer, gulma ditanam di hamparan tanaman. Juga bersihkan semak-semak di sekitar area tanaman.

Pemasangan tiang atau bilah bambu untuk menahan tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 3 minggu. Posisi baterai harus 5-7 cm dari pangkal pegangan. Jangan biarkan batang merusak akar tanaman. Terhubung dengan rafia untuk menghubungkan tanaman.

Jika tidak hujan, harus disiram setiap tiga hari sampai tanaman mekar. Setelah tanaman berbunga, tingkatkan frekuensinya menjadi dua hari.

 

Panen Budidaya Terong

Panen tanaman terong pertama biasanya dilakukan 70-80 hari setelah tanam. Selain itu, panen dilakukan setiap 3-7 hari. Ini bisa mencapai 13-15 panen atau lebih dalam satu musim tanam.

Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore. Dipanen dengan batang buah, buah terong tidak bertahan lama. Karena itu, harus dipasarkan segera setelah panen selesai. Klasifikasi untuk budidaya terong tergantung pada ukuran dan warna buah.

Sumber : https://anekabudidaya.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *